Kamis, 23 Agustus 2012

Masakan Khas Lampung Penuh Sensasi


Aneka Masakan Pindang adalah kuliner andalan provinsi Lampung. Pindang Lampung terasa asam gurih, sehingga hampir menyerupai masakan tom yum dari Thailand. Aroma kuahnya pun harum berkat daun kemangi yang dicampur di dalamnya. Selain itu, bumbu kunyit dan jahe yang digunakan juga lebih berani.

Masakan khas Lampung lain yang tidak kalah terkenal adalah seruit. Bagi yang belum tahu, seruit ialah ikan yang digoreng atau dibakar. Lalu dicampur dengan sambal terasi, tempoyak (olahan durian) ataupun mangga, terong, plus lalapan. Jenis ikan sungai yang dipakai biasanya ikan nila, gurame, lele dan gabus. Lalapan yang digunakan dalam masakan ini bisa bervariasi. Selain mentimun, petai, kemangi, kol, dan tomat, juga ada lalapan jagung muda, pepaya serta adas.

Hidangan seruit menggambarkan bahwa masyarakat Lampung menyukai kegiatan makan bersama yang disebut dengan istilah nyeruit. Dengan nasi yang masih mengepul panas, gurihnya ikan, dan pedasnya sambal yang ditambah dengan segenap lalapan, pasti membuat suasana makan bersama semakin akrab. Kalau berkesempatan berkunjung ke Sang Bumi Ruwa Jurai ini, jangan lupa mencicipi tempoyak. Terlebih lagi bagi yang fanatik durian. Tempoyak adalah masakan yang berasal dari buah durian yang difermentasi. Biasanya tempoyak dikonsumsi sebagai lauk teman nasi, meski dapat juga dimakan langsung. Kendati amat jarang dilakoni lantaran banyak yang tidak tahan terhadap keasaman dan aroma dari tempoyak itu sendiri. Tempoyak juga bisa dijadikan bumbu masakan.

Masakan khas Lampung memang penuh sensasi. Untuk itu silahkan anda mencobanya di restoran kami, Anjung Mios yang berlokasi di Dusun Sukamarga, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran. Lokasinya cukup dekat dengan pusat pemerintah daerah Pesawaran.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar